AKU CINTRA (CINTA & CITRA) TELEVISI - KEDENGARANNYA SIH SEPELE, TAPI...
PADA setiap ujung sebuah tayangan, sinetron, misalnya, penyiar RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) tak lupa mengomentari tayangan tadi secar anarasi. Suara merdu sang penyiar (Armand Donida-red) tentu saja bertumpang-tindih dengan suara “ujung” sinetron, film atau apa saja itu tadi…
Setelah “puas”, biasanya kometnar disambung dengan “pengumuman” tentang tayangan apa yang bisa (“harus”) kita saksikan selanjutnya. Terkadang bahkan (sempet-sempetnya) diberi pengantar secara ringkas. Misalnya: siapa pemeran utama, atau tentang apa gernagan kisahnya.
Terus terang, cukup lama penulis bacaan ini “berusaha” menduga: maksud, tujuan dus kegunaan “daripada” komentar dan pengnatar itu. Tapi nggak ketemu-ketemu juga, tuh!... Sepele? Mestinya, tapi ternyata nggak juga. Pertama: Tak jarang “gong” sebuah sinetron atau film terletak justru pada ujungnya. Para sineas menyebutnya: ‘clue’ (?).
Kedua: penyiar (Armand Donida-red) sering terpeleset ketika memberi “bumbu” dalam komentarnya. Contohnya: “…Manusia katak… dst… dst” dalam The Man From Atlantis. Film ini memang fiksi, tapi tokoh utama dalam film ini… manusia kodok? Ah, masaaaaa?...
Dok. Citra – No. 202/IV/7-13 Februari 1994, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar