AGUS WIJOYONO

 

SUTRADARA sinetron TVRI, terakhir (kala itu) menggarap Sengsara Membawa Nikmat, tak pusing dengan rebutan Sukreni Gadis Bali. Sinetron ini konon (rencana waktu itu) bakal digarap TVRI, Agustus 1992 (yang saat itu akan) datang. Cuma saja, ada pihak yang juga (waktu itu) akan menggarapnya (Esa Production, untuk diputar RCTI/SCTV-red).

“Saya cuma penggarap. Yang saya tahu, semua prosedur untuk penggarapan ini sudah dimiliki TVRI. Kalau kemudian penggarap lain juga punya itu, saya nggak ada urusan. Saya ini khan pekerja. Kalau instansi saya menugaskan, saya harus kerjakan. Urusan dengan pihak lain itu bukan urusan saya,” kata Agus tenang.

Tapi ketika seorang artis meneleponnya ke rumah, mengatakan dihubungi pihak lain untuk main di Sukreni, Agus mencak-mencak juga. “Kalau yang ini, persoalan saya. Kenapa orang itu (pihak lain tadi-red) selalu menghubungi orang-orang yang sudah saya hubungi? Ini sih lain cerita,” kata Agus. Tapi kemudian dia teruksna, “Ah, cuek aja! Pemain juga pasti punya pikiran.”

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah  

Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer