ABG: "PAKET BARU TPI, MENCARI BAKAT YANG MEMBUMI" (TPI - TIAP MINGGU Pkl: 09.00 WIB, MULAI 30 JANUARI 1994)

 Peserta di paket ABG

SEORANG anak gembala tengah membersihkan pacul milik bapkanya yang jadi buruh penggarap lahan. Dengan bakat musik yang dimilikinya, anak (era itu) ini mengetuk-ngetuk bagian pacul tersebut dengan sebatang kayu. Terciptalah musik yang indah, begitu cerita Eddy Susilo, penanggung jawab program baru (kala itu) di TPI (Televisi Pendidikan Indonesia). Aneka Bakat dan Gaya (ABG) nama paketnya.

“Orang-orang seperti itulah sebenarnya yang hendak kami jaring dalam acara ini,” lanjut Eddy, Yang juga manajer radio Terminal Musik Indonesia (TMI), Jakarta.

Pada prakteknya, dari enam episode yang telah selesai digarap, “cita-cita” Eddy belum jua terwujud. Salah satu kendalanya, lanjut Eddy, adalah penyebaran informasi. Akibatnya, acara ini masih didominasi penampilan bakat-bakat “impor” yang belakangan itu kian menjamur seperti ngerap, band ‘cheerleader’ dan sebangsanya. Tidak ada salahnya kalau memang adanya cuma itu.

Paketnya sendiri berdurasi satu jam dengan pemandu acara Hedi Yunus. Peminat dan pemilik bakat bisa menghubungi radio TMI atau radio yang ditunjuk TMI di kota masing-masing untuk disleeksi. Yang lulus seleksi, layak tampil untuk diadu dengan lulusan lainnya. Tiap minggunya, ABG menampilkan lima bakat.

Pemenang tiap pekan (waktu itu) akan dipertemukan tiap tiga bulan dalam ABG Prestasi dengan hadiah dan penghargaan yang tentunya lebih besar. Dan di akhir tahun 1994, para pemenang ABG Prestasi (waktu itu) akan saling berlomba untuk meraih ABG Gemilang. Acara ini hanya buat mereka yang (waktu itu) “baru gede” (usia waktu itu – 14-25 tahun). Bagaimana, (waktu itu) berminat?

Ditulis oleh: Ferry “Pey” Ferdinand

Dok. Citra – No. 202/IV/7-13 Februari 1994, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer