MUSIK TV (Edisi Citra No. 280/VI/7-13 Agustus 1995)

VISI MUSIK: "SOPHIA LATJUBA JADI PENYANYI TAMU ADEGAN" (RCTI – MINGGU, 13 AGUSTUS 1995 Pk: 15.00 WIB)



                                                                        Adegan 


ADEGAN, grup yang terdiri dari Gilang Ramadhan (drum dan perkusi), Indra Lesmana (keyboard), Donny Suhendra (gitar), AS Mates (bass), dan Harry Mukti (vokal), jadi pengisi Visi Musik, Agustus 1995 ini. Seperti para penampil Visi Musik sebelumnya, Adegan bermain musik dan bertariksuara betulan, ‘live’, ketika disyut kru Visi Musik pada awal Juni 1995 lalu, di panggung Balai Konser 21, Jakarta.

Dalam Visi Musik, Agustus 1995 ini yang (waktu itu) masih dipandu oleh Cindy Fatikasari, Adegan mempersembahkan 6 lagu yang dikomposisi dan diaransemen mereka sendiri, baik yang dari album baru (era itu), Waktu Berjalan, maupun yang dari album terdahulu, Selangkah Di Depan. Masing-masing adalah Ozone, Waktu Berjalan, Hanya Engkau, Prasangka, Pesan, dan Satu Kata.

Lewat lirik lagu-lagu tersebut, terutama yang dari album Waktu Berjalan, mereka tak cuma berbicara tentang cinta sejoli, tapi juga soal manusia sebagai bagian dari alam. Semua itu mereka bawakan dengan aransemen musik yang berbeda dengan aransemen musik dalam kaset-kaset mereka.

Di samping bermain musik dan bertarik suara, Adegan minus Mates berkisah tentang, atnara lain, album baru mereka (era itu) yang sarat pesan peduli lingkungan dan kesolidan Adegan, sehbuungan dengan setiap dari mereka punya kegiatan bermusik di luar Adegan. Sophia Latjuba alias nyonya Indra Lesmana (saat itu) pun dihadirkan. Ia jadi vokalis latar dalam Hanya Engkau dan penyanyi pendamping hari dalam Waktu Berjalan.

Anda penggemar Adegan dan Sophia Latjuba, tapi (sampai saat itu) belum pernah menyaksikan mereka tampil ‘live’ di layar kaca? (Waktu itu) jangan lupa memirsa Visi Musik kali ini.

Ditulis oleh: Ati Kamil

TANGGA LAGU INDONESIA: “ADA WAWANCARA, ADA HADIAH” (TVRI PROGRAMA 1 – SABTU, 12 AGUSTUS 1995 Pkl: 21.45 WIB)



                                                                    Deddy Dores 


TLI alias Tangga Lagu Indonesia yang dituntun oleh Chintami Atmanegara ini (waktu itu) bakal lebih seru, ada hadiah yang menarik, ‘so’ pasti dari tabloid Citra. Hadiahnya? Ada deh, (waktu itu) tunggu saja. Yang pasti TLI, melalui Chintami, (waktu itu) akan mengadakan wawancara dengan Deddy Dores. Soal Nike Ardilla tentunya. Maklum, Deddy Dores sebagai pengorbit Nike (almh) punya magnet kuat sebagai seorang pencari bibit.














Dan bosan atau tidak, inilah kenyataan, Nike dengan lagu Sandiwara Cinta (saat itu) masihb ercokol di TLI, tangga pertama lagi. Selain kata hebat, tak ada lagi kata lain yang bisa menggantikan istilah itu, kendati lagu Aku Makin Cinta dari Vina Panduwinata yang dicipta oleh Loka Manya tak kalah enak di telinga, begitu juga dengan lagu Jangan Ada Dusta Di Antara Kita (dicipta Harry Tasman-red) dari duet Broery Pesolima dan Dewi Yull.














Lalu khusus untuk lagu Sendiri dari Sang Alang, juga perlu diberi perhatian. Figur ini, cukup aneh, karena tidak pernah menampilkan profilnya. Ada baiknya, jika satu saat nantinya Chintami mewawancarai Sang Alang.

Tentu saja semua tergantung pada pilihan pendengar radio yang melibatkan diri pada permintaan lagu di radio kesayangan masing-masing. Sebab, lagu apa yang menduduki posisi teratas adalah hasil pilihan pendengar radio ‘sak’ Indonesia, yang dikumpulkan dalam sebulan dan diolah di pusat. Lantas, lagu apa yang terposisikan di atas? Berarti (saat itu) akan ada wawancara khususnya tentang proses kreativitas sang pencipta lagu tersebut.

Ditulis oleh: Remy Soetansyah

Dok. Citra – No. 280/VI/7-13 Agustus 1995, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer