KUIS 7-13 Februari 1994
KUIS SIAPA DIA: “PERAWAT MENGECOH DOKTER” (TVRI PROGRAMA 1 – KAMIS, 10 FEBRUARI 1994 Pkl: 21.30 WIB)
PANELIS memiliki profesi yang sama, yakni dokter. Dan juga sama-sama pernah menuntut ilmu di Jerman. Mereka adalah Hot Asi Napitupulu, Reminton Tua Purba, Ratna Mustika, Tomi Halauwet. Hanya Ratna Mustika yang tidak menuntut ilmu ke Jerman. Ratna adalah suami dari Reminton Tua Purba.
‘Mystery guest’ yang tampil adalah seorang pria, Doni Podosi. Pekerjaannya sehari-hari berkaitan dengan alat bantu yang terbuat dari besi, serta menggunakan bahan kaca. Dalam bekerja, dia kerap berhubungan dengan para dokter. Karenanya, panelis yang terdiri dari para dokter dengan mudah dapat menggiring pertanyaannya. Alhasil, data-data yang berhasil dikumpulkan memang menunjang kepada kesimpulan yang jitu.
Memasuki babak kedua hadir tiga orang perawat. Tugas panelis
mencari perawat yang palsu. Meski kehidupan sehari-hari panelis selalu berdekatan
dengan perawat, tetap saja panelis terkecoh dengan akting para perawat.
Ketiganya berhasil bergaya dengan sempurna. Akibatnya, para dokter agak
bimbang, saat menentukan perawat yang palsu. Sebagai selingan hadir pasangan
penyanyi Hilda Ridwan Mas dan Doddy Katamsi mendendangkan tembang I Don’t Want
To Talk About It.
Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu
BENYAMIN SHOW: “ALAMAT KENCAN PERTAMA” (TPI – SELASA, 8
FEBRUARI 1994 Pkl: 19.30 WIB)
BENYAMIN Show minggu kedua Februari 1994 ini dimeriahkan pasangan suami-istri, Rachmat Kartolo dan Sol Saleh. Acara yang dijadikan unggulan untuk siaran malam TPI (Televisi Pendidikan Indonesia), menurunkan pertanyaan seputar kencan pertama serta penghasilan sampingan sang suami.
Tetap dengan banyolan yang kental dengan dialek Betawi, Benyamin S membuka acara dengan pertanyaan, di manakah alamat jelas ibu ketika bapak berkunjung pertama kali ke rumahnya? Sebuah pertanyaan yang gampang susah.
Beruntung, Sol Saleh dan Rachmat Kartolo mampu mengingat dengan tepat. Sol Saleh bertemu dengan sang istri pertama kali di Yogyakarta, sedangkan Rachmat Kartolo di bilangan Tebet, Jakarta. Kedua jawaban yang dilontarkan pas dengan jawaban yang diajukan istri masing-masing.
Pertanyaan kedua, mempermasalahkan penghasilan tambahan sang suami. Bagaimana sikap bapak apabila mendapatkan rejeki yang lebih? Rachmat Kartolo mengaku selalu berterus terang pada istri bila mendapat rejeki dadakan. “Saya selalu menyerahkan ke istri! Minta seberapapun dikasih!,” jawab Rachmat dengan yakin. Demikian pula dengan Sol Saleh, menyerahkan semua penghasilannya kepada istri.
Rupanya, kekompakan pasangan suami-istri minggu kedua Februari 1994 ini, tidak hanya pada penghasilan tambahan, tapi juga perihal artis idola. Dan siapa menduga kalau istri Rachmat Kartolo, memilih Rachmat Kartolo sebagai artis idolanya. Sementara pasangan Sol Saleh sempat membuat Benyamin S bangga. Karena keduanya memilih Benyamin S sebagai idola.
Kalau kedua pasangan berhasil mengajukan jawaban yang sama antara suami dan istri, otomatis nilai yang diperoleh kedua pasangan ini pun sama. Tinggallah babak pantomim menjadi penentu. Siapakah yang berhasil keluar sebagai pemenang? Buat pemirsa, Benyamin melempar pertanyaan, negara apa yang tidak pernah gagal?
Ditulis oleh: Utami Sri Rahayu
Dok. Citra – No. 202/IV/7-13 Februari 1994, dengan sedikit perubahan


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



Komentar
Posting Komentar