ULASAN - SEPEKAN SINETRON INGGRIS, ANAK-ANAK MASIH MERINGIS
ULANG, LUANG. Menyambut HUT ke-26 TVRI, sajian utama adalah sepekan sinetron. Ditayangkan kembali drama lama, mulai Kamis malam hingga Rabu, lakon-lakon Juragan Sulaiman, Apa Yang Kau Cari Adinda, Dua Abang Beradik, Mardiah, Gelas Retak, Bila Malam Bertambah Malam, dan produksi baru Misteri Sebuah Intan. Dari sisi pameran kekuatan sutradara TVRI, boleh juga. Pilihan judul yang beragam, pendekatan yang beraneka, memberikan gambaran permasalahan yang digarap selama itu.
Lebih awal seminggu, ada pula tayangan film, antara lain Night Hawk, An Eye For An Eye, yang juga ulangan… dari gedung bioskop. Yang terakhir ini ada di RTM. Drama atau film atau sandiwara atau sinetron, mempunyai akar sebagai budaya tontonan dalam masyarakat kita. Tepat atau sedikit kurang untuk berhut, ada pertimbangan pembenaran sendiri. Kali ini hanya tinggal mengambil stok yang ada.
Tema lain sajian musik, atau bentuk pergelaran pada malam hiburan nantinya, juga sah saja adanya. Toh, yang berulang tahun TVRI, yang memberi kado malah mereka sendiri.
Akan tetapi, ada sesuatu yang bisa disajikan lebih mendasar, lebih terarah. Sepekan sinetron bisa mengambil waktu lain, sepekan lawak bisa suasana lain, sepekan lagu cinta sudah bisa ada setiap hari. Sesuatu yang lain itu, misalnya saja: sepekan sinetron anak-anak. Bisa dengan perisapan produksi khusus ke arah itu, bisa dari produksi “tayangan film Inggris”, bisa gabungan dengan seri yang beredar.
Barangkali ini bisa leibh menemukan arti karena momentum yang menyerap banyak perhatian. “Generasi Unyil” boleh dikatakan sangat miskin menerima sajian. Kalau di negara lain sajian anak-anak bisa bertumpu waktu pagi dan siang hari, TVRI tak ada. Sore pun terbatas, dan malam hari bukan menu untuk mereka.
Pilihan menyajikan sinetron anak-anak misalnya, memerlukan perencanaan dan pelaksanaan. Merencanakan peleaksanaan dan merlaksanakan perencanaan. Dari sistem pendekatan semacam apa yang tersaji tidak memberi kesan mengisi waktu luagn dengan siaran ulang, tetapi ada arah dan langkah menuju ke sasaran, betapapun siaran khusus untuk anak-anak (waktu itu) masih merupakan harapan.
Sepekan sinetron baik-baik saja. Tapi ada yang lebih bisa dilirik. Anak-anak (era itu) yang jutaan jumlahnya, yang (waktu itu) masih menganga, yang (waktu itu) masih meringis, yang sulit menemukan pilihan hiburan yang mendidik, pendidikan yang menghibur.
Ditulis oleh: Arswendo Atmowiloto
Dok. Monitor – No. 95/II/minggu ke-4 Agustus 1988/24-30 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar