FIRMAN (ANEKA RIA SAFARI, TVRI - MINGGU, 5 JUNI 1988 Pkl: 21.30 WIB)
SETIDAKNYA, ada dua peristiwa yang terjadi dalam hidupnya, yang membuat Firman merasa perlu mengenangnya terus. Pertmaa, ketika dia diboongin saat masih SMA. Kedua, ketika dia berangkat umrah ke Mekkah - belum lama (ketika itu) ini. “Kalau ingat, saya suka dendam.” Suatu hari, Firman – yang sekolah di Malang – ke Surabaya. “Menjual sepeda, buat bayar uang sekolah.”
Tapi, ketika mau pulang ke Malang, nasib malang menerkamnya. Menjelang kereta api ke Malang tiba, dia duduk-duduk di emperan stasiun, dekat tumpukan karung gula. Seseorang, setengah baya (kala itu), mendekatinya dan ngomong, baru mau ambil beras. Tapi nggak ada duit kecil. Orang itu pinjam dulu uangnya.
Jaminannya, gula yang didekati itu. Firman langsung percaya, lantas memberikan begitu saja uang hasil jual sepeda, 15 ribu perak. Nggak lama kemudian, seorang ibu datang, bilang bahwa gula dalam karung itu miliknya. Firman bengong.
Tapi nggak bisa berbuat apa-apa. Karena kereta sudah tiba dan dia berangkat. “Sejak itu, sampai lulus SMA, saya nggak pernah bayaran dan membeli buku lagi.” Ketika di Mekkah? “Saya diciumin orang Arab, sambil ngelus-ngelus jenggot saya. “Rupanya, ada hadits nabi yang menganjurkan setiap muslim memelihara jenggot. “Sekarang (1988-red) saya memelihara jenggot ini secara sadar. Tadinya nggak.”
Selain diciumin, selama di Mekkah, dia merasa mengalami pengalaman rohaniah. Selain itu, bisa ‘show’ di kedubes RI di Arab Saudi bersama artis lain sepreti Ebiet G Ade, Neno Warisman, Nia Daniati, dan anggota Tomtam lainnya.
Ditulis oleh: N. Syamsuddin Ch. Haesy
Dok. Monitor – No. 83/II/minggu ke-1 Juni 1988/1-7 Juni 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar