DJUHA IRAWADI

 

JURNAL SU MPR 1988. Tak ada perubahan, meski Djuha Irawadi yang tadinya pengarah acara, (belakangan itu) diangkat jadi kepala seksi musik dan hiburan. Kebiasaan nongkrong di studio (waktu itu) masih tetap saja. Bahkan, untuk rekaman paket jazz yang digarap Syam NM, bapak satu ini (waktu itu) masih gatal ikutan mengutak-utik kamera. Salah seorang rekan pengarah acara bilang, “Mestinya dia sudah berubah.”

Tapi, bagi Djuha yang susah marah ini, pengetahuan dan pengalaman selama itu harus terus diasah. Menganggap pekerjaan teman juga pekerjaannya, makanya ia harus saling membantu. “Saya lihat persiapan rekaman jazz itu harus didesak, makanya saya turun sendiri.”

Tidak hanya itu, Djuha turun tangan pula untuk rekaman 100 lebih artis Safari dalam sisipan acara Jurnal Sidang Umum MPR 1988 hari terakhir. Yang terakhir ini, (perkiraan waktu itu) boleh jadi, karena Djuha (waktu itu) masih getol kerja.

Tapi, bisa pula terjadi karena selain kepala stasiun TVRI Jakarta, Eddy Sud, Waskito, dan beberapa pejabat lain mendadak muncul di studio rekaman. Paling tidak, Djuha bisa bernostalgia dengan artis Safari yang selama itu dia tangani, sekaligus silaturahmi dengan pengurus artis Safari itu.

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah

Dok. Monitor – No. 71/II/minggu ke-2 Maret 1988/9-15 Maret 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer