TRIE UTAMI SUDJONO
PENYANYI mungil yang (waktu itu) baru saja memenangkan Grand Prix Golden Stag Festival di Rumania, tak lupa berterima kasih atas dukungan yang diberikan segenap kerabat dekat. Lewat temu pers yang berlangsung di salah satu ruang rapat TVRI (Senayan, Jakarta-red), Selasa pekan kedua Juli 1992 (14/7/92) silam, Iie – begitu ia sering dipanggil – juga bercerita panjang lebar soal persiapan, perjalanan, serta perasaannya sampai memenangkan gelar tersebut.
Terutama soal baju yang dirancang dan dikerjakannya bersama sang ibu. “Bukan sekadar penghematan, lho. Dengan mengenakan baju buatan ibu, saya merasa beliau ikut menemani saat menyanyi,” tutur Iie yang juga pemandu paket musik Kharisma (diputar RCTI/SCTV-red) produksi SCTV (Surya Citra Televisi Indonesia) Surabaya.
Hal lain juga yang melibatkan lagu dan studio. Breaking My Heart In Two, lagu yang mengantar Iie juara, diaransir oleh suaminya (kala itu), Viva Permadi, dan dikerjakan di studio milik abangnya, Purwacaraka.
Lantas, peran ayah gimana, Ie? “Kalau beliau sih, tugasnya
nganter ibu beli manik-manik,” jawab Iie yang pada kesempatan tersebut juga menerima
bingkisan dari Direktur Televisi Ishadi SK berupa satu unit pesawat TV berwarna.
Sang ayah yang juga hadir sore itu, cuma tersenyum mendengar gurauan anaknya
yang “kecil” tapi pinter nyanyi itu.
Ditulis oleh: Ferry “Pey” Ferdinand
Dok. Citra – No. 121/III/22-28 Juli 1992, dengan sedikit perubahan



.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar