SERIGALA LAYAR PERAK: "SERIAL MEMIKAT FELIX WONG YAT WAH" (SCTV - MULAI 6 MEI 1997, SETIAP SELASA Pkl: 20.00 WIB)


MEMBACA judulnya, Serigala Layar Perak (SLP), bisa jadi dalam benak Anda langsung terbayang sebuah cerita horor penuh adegan seram. Padahal, kenyataannya jauh berbeda. SLP justru sebuah serial drama eksyen Mandarin sarat kesedihan.

Ya, judul tadi, kalau mau dibilang, terjemahan asal jadi dari judul asli. Agak disayangkan. Padahal judul khan bisa mempengaruhi selera pemirsa. Coba, kalau penonton yang senangnya menyimak drama cinta, begitu membaca judulnya, jadi hilang seleranya. Apa tidak sayang?

Serial SLP produksi ATV tahun 1993 ini boleh dipuji. Ia tidak cuma obral bintang ternama, (Felix Wong Yat Wah, Margie Cen Hua Chien, penyanyi Wu Yung Wei, Chai Siao Yi, Ciang Hua, Lu Sung Shien, Liu Chin Ling, hingga Liu Tan), tapi juga memiliki jalinan cerita yang ciamik. Mengisahkan lika-liku hidup seorang bujangan konglomerat Shanghai yang sukses, Tuan Shao Shiang (Felix Wong Yat Wah).

Situasi Shanghai yang tidak menentu pada tahun 1949, akibat serangan Jepang, membuatnya memutuskan memindahkan seluruh bisnisnya ke Hongkong. Bersama sahabat baiknya, Sung Shie Li (Fang Kang), Tuan mempersiapkan keberangkatan mereka. Tak terlintas dalam pikiran Tuan persahabatannya dengan Shie Li bakal hancur karena harta.

Dalam perjalanan menuju Hongkong, Shie Li mendadak berkhianat. Pria beranak dua itu merampas semua hartanya dan kabur sendirian ke Hongkong. Bukan main dendamnya tuan. Tanpa uang sepeserpun, ia nekad menyusul Shie Li.

Di Hongkong, Tuan berkenalan dan jatuh cinta dengan artis kondang, Yuen Ju Yi (Wu Yung Wei). Bersama Yuen, Tuan berusaha bangkit dan memulai kembali semuanya dari nol. Ia bertekad suatu hari akan balas dendam pada Shie Li yang kini telah jadi konglomerat, bahkan menikahi tunangannya, Shie Mei.

Suatu hari, Tuan bertemu dengan Pai Ling (Margie Tsang/Cen Hua Chien). Melihat bakat yang dimiliki Pai Ling, Tuan yakin gadis itu bakal jadi artis kondang. Karena itu, tatkala ia memutuskan membuka perusahaan film, Pai Ling langsung kebagian peran utama wanita dalam setiap produksi filmnya.

Keberanian luar biasa ini membuahkan nasib baik. Pai Ling jadi kondang. Tuan yang telah jadi konglomerat film, mulai melancarkan balas dendam. Namun hubungan cinta Pai Ling dengan putra kedua Shie Li, Sung She Yuen, telah menghambat langkahnya. Tuan yang diam-diam mencintai Pai Ling, jadi tidak tega menghabisi Yuen.

Ditulis oleh: Funnywati Sucipto

Dok. Bintang – Edisi 321/Th. VII/minggu pertama Mei 1997, dengan sedikit perubahan 

Komentar

Postingan Populer