PROFIL SINGKAT - SULTAN PASYA DJORGHI

HIDUP adalah perjuangan. Kalimat itu ada dalam kamus hidup Sultan Pasya Djorghi, pemeran Satria dalam Tirai Kasih Yang Terkoyak (RCTI) dan Oggy dalam Dunia Lain (SCTV). Sebelum dikenal sebagai model iklan dan pemain sinetron, dari kecil Sultan sudah merasakan kerasnya kehidupan. “Saya pernah jadi kernet bis antar kota,” kenang Sultan tentang masa SMP-nya.

Dengan bis Lorena, Sultan malang melintang di kota Malang, Denpasar, dan Lampung, sekadar mencari uang. “Saya nggak malu. Selain dapat uang secara halal, saya juga dapat pengalaman bergaul. Saya memang pengen bergaul dengan siapa saja,” tutur cowok kelahiran Jakarta, 19 November 1976.

Saat itu, Sultan bersama kawan-kawannya berjualan minuman di jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan. Di samping itu, ia kerap melakukan berbagai bisnis kecil-kecilan yang menghasilkan uang. “Saya pernah bisnis parcel, asal halal, apapun akan saya lakukan,“ ujarnya.

Pandangan hidupnya dan caranya bergaul inilah yang membuat Sultan jauh lebih dewasa dari remaja seusianya (era itu). “Semua yang saya lakukan sekarang (1997-red) adalah pekerjaan. Termasuk menjadi model dan pemain sinetron. Profesi ini ingin saya tekuni serius, bukan untuk hura-hura!,” katanya mantap (waktu itu).

Dari hasil perjuangannya, Sultan sanggup membeli sebuah sedan dan mencukupi segala keperluannya. “Sekarang (1997-red) saya hidup mandiri,” akunya (waktu itu). Sejak beberapa waktu sebelum bacaan ini dimuat Bintang, Sultan tinggal sendiri, mengontrak paviliun kecil di bilangan Mampang, Jakarta Selatan. “Bukannya tidak betah tinggal dengan keluarga. Tapi kayaknya ada kebanggaan bisa hidup mandiri, lagian bisa leibh bebas,” tambahnya.

Ada yang membuatnya bahagia saat itu. “Orang sudah mulai mengenal saya sebagai Sultan Pasya dengan kemampuan saya. Dulu (jauh sebelum 1997-red) orang lebih mengenal saya sebagai adiknya Thomas Djorghi,” kata Sultan tentang kakak kandungnya yang lebih dulu terkenal. Buktinya, tawaran sinetron (waktu itu) kian mengalir.

Sebentar lagi (dari kala bacaan ini diturunkan Bintang-red), sinetronnya yang berjudul Bundaku Terpidana (waktu itu) akan segera meluncur di RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia). Padahal, baru tahun 1997 ini Sultan terjun ke sinetron, 4 serial sinetron (waktu itu) sudah di tangannya. “Itu karena saya sungguh-sungguh. Akting adalah profesi saya sekarang (1997-red),” kata Sultan (waktu itu) tentang kiatnya.

Ditulis oleh: Rommy Ramadhan

Dok. Bintang, Edisi 321/Th. VII/minggu pertama Mei 1997, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer