PROFIL SINGKAT - DINI GARDENIA
DINI Gardenia, pemeran sekretaris dukun dalam sinetron Bulan
Seribu Bulan (Indosiar, 1996) dan pemeran Miske dalam Kipas-Kipas Asmara
(Indosiar) punya pengalaman menarik ketika kecil. Ketika umur 4 tahun dan
tinggal di Bogor, Dini pernah hanyut di sungai Ciliwung selama 4 hari. Untung
ia ditemukan orang secara kebetulan. Tubuhnya nyangkut di kaki orang yang
sedang buang air.
Setelah diselamatkan, Dini tidak bisa menyebutkan tempat tinggalnya. Untuk sementara sambil mencari informasi, Dini tinggal di rumah si penolong. Sementara di rumahnya sudah diadakan tahlilan. Dini dianggap telah meninggal.
Enam bulan berlalu, tanpa sengaja ia melihat Sudjarwo, bapaknya, di desa tempatnya tinggal. Sudjarwo kaget, melihat ada anak kecil mengaku bernama Dini. Meski semula tak mengenali, Dini diajak pulang. Keluarga pun akhirnya meluap bahagia setelah tahu, itu Dini yang dianggap (waktu itu) telah meninggal. Pengalaman itu, ditambah didikan keras ibunya menjadikan Dini berkarakter kuat dan mandiri.
Lima adiknya menjadi tanggung jawabnya. Ia selalu berusaha melakukan yang terbaik di mata sang bunda. “Saya ingin sekali mendapat pujian dari ibu, tapi kok susah banget? Padahal, saya sudah berusaha keras. Adik-adik saya mandikan biar ibu senang melihatnya sepulang kerja. Eh, nggak dapat juga pujian,” ungkap Dini. Karakter Dini yang keras membuatnya sering kebagian peran antagonis.
Bakat berpuisi mendorong Dini memilih kuliah di Asdrafi (Akademi Seni Drama dan Film Indoensia). Belum selesai kuliah di Asdrafi, ia hijrah ke Jakarta. Di Jakarta, Dini bukan main film, tapi malah jadi penjual makanan. Lewat seorang pelanggan, akhirnya ia mendapat tawaran main film. Ia kebagian peran sebagai tukang jamu dalam film Apanya Dong (1992).
Ditulis oleh: Teguh Yuswanto
Dok. Bintang – Edisi 305/Th. VI/minggu kedua Januari 1997, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar